Rabu, 23 Februari 2011

HUBUNGAN APLIKASI MATEMATIKA DENGAN PSIKOLOGI

HUBUNGAN APLIKASI MATEMATIKA DENGAN PSIKOLOGI

Psikologi Pembelajaran Matematika diantaranya mengenai pembelajaran obyek matematika dan juga metode. Materi obyek harus berupa real, abstrak, tetap, dan pindah. Psikologi adalah ilmu tentang jiwa. Sedangkan kita tidak dapat mengetahui jiwa seseorang. Dengan psikologi maka kita mencoba uncover fenomena yang terjadi di sekitar kita. Begitu banyak fenomena di dunia ini yang belum dapat dipecahkan. Begitu juga dengan matematika. Banyak sekali fenomena yang tidak bisa dipecahkan karena adanya keterbatasan.
Pendidikan matematika sedikit sama dengan pendidikan dalam hal prinsip, faktor, dan sistem. Perbedaannya adalah pendidikan matematika mendalam tentang matematika. Di dalam matematika terdapat filosofi, teori, paradigma pendidikan matematika, dan ideologi suatu bangsa. Matematika adalah cabang dari ilmu pengetahuan. Matematika juga memegang peranan penting dalam kehidupan. Matematika meliputi body of knowledge, science of truth, structure of mathematics, process of thinking, dan social activities.
Psikologi Pembelajaran Matematika (Psychology of Mathematics Learning) memiliki tujuan mengidentifikasi fenomena (identify phenomenon), menjelaskan fenomena (explain phenomenon), mengoperasikan fenomena (operate phenomenon). Fenomena disini adalah fenomena dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika.
Dalam perkuliahan Psikologi pembelajaran Matematika, Dr. Marsigit menjelaskan bahwa setinggi-tingginya hubungan adalah sama-sama yang dipikirkan dan diucapkan. Dan setinggi-tingginya realigi adalah sama-sama ciptaan Tuhan. Dr. Marsigit juga menjelaskan bahwa setinggi-tingginya ilmu adalah kesadaran untuk mengerti kekurangan, dan serendah-rendahnya ilmu adalah kesombongan.
Pada saat perkuliahan Psikologi Pembelajaran Matematika, pernah diadakan Question Answer about Psychology of Mathematics Learning. Setiap mahasiswa mengajukan pertanyaan, dan tiap mahasiswa pun juga mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang dibahas adalah pertanyaan tentang cara agar guru tidak menjadi mesin. Dalam pembahasannya, dikemukakan beberapa solusi antara lain:
1. Mengubah cara mengajar yaitu dengan diskusi.
2. Adanya interaksi antara siswa dan dosen.
3. Dengan menggunakan student work sheet.
4. There is not the best way to educate.
Dalam Psikologi Pembelajaran Matematika, juga dikenal istilah mathematical thinking. Mathematical thinking meliputi mathematical altitude, matematical method, dan mathematical content. Selain itu juga ada hakikat matematika sekolah, yang terdiri dari pola dan hubungan (pattern and relationship), problem solving, interaksi (interaction), dan komunikasi (communication). Hakekat belajar matematika antara lain individu, kerja sama, motivasi, dan konstektual.
Psikologi Pembelajaran Matematika membahas tentang psikologi dalam pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika tentu ada interaksi antara dosen dan mahasiswa. Adapun hakekat mahasiswa antara lain empty vessel, character building, student orientation, dan developing or growing the plant.
Theory of student’s abbility:
1. Tallent and effort
2. Tallent and development
3. Need
4. Aspect of culture relatives
Dalam hal ini mahasiswa harus belajar sesuai kebutuhan, bukan belajar berdasarkan bakat yang dimiliki.
Seperti yang diketahui, matematika adalah cabang ilmu pengetahuan. Matematika memegang peran penting dalam ilmu pengetahuan. Tujuan pendidikan matematika adalah:
1. Back to basic (arithmatics)
2. Certification
3. Transfer of knowledge
4. Creativity
5. To develop people comprehensively through mathematics
Dalam dunia pendidikan, tentu ada proses belajar mengajar. Pembelajaran merupakan suatu proses yang penting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran juga ada teorinya. Teori pembelajaran (theory of learning) antara lain:
1. Work hard, exercise, drill, memorize
2. Thinking and practice
3. Understanding and application
4. Exploration
5. Discussion, autonomy, self
Selain teori pembelajaran, ada juga teori mengajar (theory of teaching) antara lain:
1. Transfer of knowledge
2. External motivation
3. Expository
4. Construction, development
5. Discussion, investigation
Ada banyak rahasia dalam belajar psikologi karena psikologi adalah ilmu jiwa. Dalam belajar psikologi, membaca lebih penting daripada menghafal. Membaca disini dimaksudkan adalah membaca dengan pikiran. Psikologi mempelajari tentang manfaat sehingga kita tidak dapat menghafal dan kita harus memahami.
Ada banyak sekali peristiwa di dunia ini. Setiap orang memiliki cara berpikir sendiri-sendiri. Setiap orang memiliki lingkungan, budaya, kebiasaan, dll yang berbeda-beda. Semua itu mempengaruhi cara berpikir.
Perbedaan budaya antara bangsa barat dan bangsa timur menurut Aguste Conte dikategorikan sebagai berikut:
1. Teknologi
2. Agama
3. Filosofi

Ilmu psikologi memiliki banyak cabang diantaranya adalah psikologi pendidikan, psikologi perkembangan, psikologi orang tua, dll. Personal psychology juga penting. Ada beberapa cara membangun personal psychology. Dalam menyelesaikan matematika perlu diperhatikan aspek berikut:
1. Pengetahuan matematika yang mendalam (deep mathematical knowledge)
2. Kemampuan penalaran umum (general reasoning abilities)
3. Pengetahuan strategi heuristis (knowledge of heuristic strategies)
4. Kepercayaan dan sikap yang membantu (helpful belief and attitude)
5. Atribut pribadi (personal atributes)
6. Keterampilan mengkomunikasikan solusi (skills for communicating




Sumber : http://shitameeonk.blogspot.com/2011/01/refreksi-perkuliahan-psikologi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar